Judi Slot Online, Wanita Tikam Pacar Hingga Tewas di Batam
Minumkopi.com – Gegara judi slot online, pria bernama Charles Leo Putra (36) tewas setelah ditikam kekasihnya sendiri, Fania Putri Milenia (25), di sebuah kos-kosan di Batam.
Fania Putri saat ini telah mendekam di Mapolsek Lubuk Baja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Diketahui bahwa korban Charles Leo Putra merupakan warga Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Korban meninggal ditangan kekasihnya sendiri setelah keduanya terlibat cekcok dan berakhir dengan penikaman di kamar kos Fania.

Baca juga; Trump Digugat ke Pengadilan Usai Naikan Tarif Terhadap China
Kronologi Penikaman Gegara Judi Slot Online
Puncak pertikaian antara keduanya terjadi pada Kamis dini hari itu sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat itu mereka baru pulang dari tempat hiburan.
Dalam perjalanan, pasangan ini terlibat cekcok. Korban yang saat itu berada diatas motor sempat menarik-narik kendaraan, membuat pelaku takut terjatuh.
Setelah tiba dikos, pertengkaran semakin memanas. Terlebih lagi pelaku sudah dibawah pengaruh alkohol.
Pertengkaran pun semakin memanas, hingga korban diduga mencekik leher Fania.
Dalam kondisi panik dan juga emosi, Fania langsung mengambil pisau yang ada diatas meja.
Korban pun mengejar pelaku. Keributan antara keduanya didengar oleh penghuni kos lainya.
Meskipun sempat dilerai oleh penghuni kos lain, pelaku yang sudah gelap mata kembali mengejar korban hingga menikam dada korban dengan pisau dapur sebanyak satu kali.
Dimana saat itu korban juga sempat meminta tolong, hingga akhirnya tergeletak bersimbah darah.
Korban juga sempat dilarikan ke rumah sakit oleh penghuni kos lainnya menggunakan mobil akan tetapi nyawa korban tak tertolong.
Pengakuan Pelaku Penikaman
“Saya kesal karena dia selalu minta uang untuk bermain judi slot online, saya sempat dipiting lalu saya refleks ambil pisau diatas meja dan menusuk dia,” ujar Fania.
Permintaan uang yang terus menerus untuk bermain judi slot online membuat Fania kehilangan kesabaran, hingga berujung pada aksi nekatnya.
Tak pernah terbesit di pikirannya menjadi seorang pembunuh. Apalagi harus merengut nyawa sang kekasih, ujar Fania.
“Saya sudah tak sadar, pikiran saya sudah gelap. Saya sangat kesal, dia tak pernah dengarkan saya, kami sudah sering ribut,” ungkap Fania di Polsek Lubuk Baja.
Fania mengaku menyesal, namun dirinya berupaya untuk tetap tegar. Kenyataan didepan mata harus ia hadapi.
“Sangat menyesal, gak tahu lagi bilang apa,” ucap Fania dengan mata berkaca-kaca.
Post Comment