Site icon Home

Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Myanmar

Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Myanmar

Minumkopi.com – Melalui Kementerian Luar Negeri, secara resmi Indonesia kirim 124 ton bantuan kemanusiaan atau setara  US$ 1,2 juta untuk korban gempa bumi di Myanmar.

Bantuan yang diberikan berupa tenda pengungsian, alat kesehatan, dan obat-obatan ini dikirimkan hari ini setelah melalui proses koordinasi intensif baik ditingkat nasional maupun ASEAN.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono menjelaskan bahwa gempa berkekuatan besar yang melanda Myanmar pada 28 Maret lalu telah menimbulkan korba jiwa yang signifikan.

“Berdasarkan data terbaru, ada 2.886 orang tewas, 4.639 luka-luka, dan sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Menlu.

Mengingat kondisi keamanan dan konflik di negara tersebut belum stabil pasca kudeta militer 2021.

Namun Kedutaan RI yang ada di Yangon memastikan hingga saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban.

Upacara pelepasan bantuan digelar pada hari ini, 3 April 2025 dengan dihadiri berbagai pihak terkait.

Indonesia kirim bantuan tim penyelamat dan logistik untuk korban gempa gumi di Myanmar

Baca juga; Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Sempat Alami Stroke

Pelepasan bantuan tersebut merupakan bantuan terakhir yang dilakukan di Halim Perdana Kusuma yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI.

Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Ada juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan sejumlah pejabat lainnya.

Diketahui bantuan dikirim menggunakan dua jenis pesawat, yaitu pesawat kargo yang membawa 105 ton logistik dan pesawat komersial tipe Boeing 747-800 yang mengankut delegasi.

Pesawat logistik berangkat pukul 10.00 WIB, sementara pesawat komersial yang membawa delegasi dan tim Incident Management Team (IMT) dari PMI lepas landas pukul 10.30 WIB.

Ada sebanyak 157 personel dikirim ke Myanmar, termasuk tim IMT, delegasi pemerintah serta INASAR yang berangkat pada 31 Maret.

Kepala BNPB menjelaskan bahwa dari total personel, 92 orang sudah lebih dulu berada di Myanmar dan 65 lainnya berangkat hari ini.

Pesawat yang membawa delegasi dan personel di perkirakan tiba di Myanmar pada sore atau malam hari.

Sedangkan untuk pesawat kargo yang mengankut logistik diperkirakan tiba Jumat mendatang.

Exit mobile version